Dimensi: Fotografi


Setelah dua tahun lebih memakai sayap, kali ini kutanggalkan keduanya pada ranting tertinggi dan kembali ke bumi menapak jejak pada langkah-langkah kecil saya, mencari dan menemukan masalah. Bukankan takdir seorang manusia diciptakan untuk menyelesaikan masalah, bahkan bila masalah itu tidak ada wajib dicari.

Masalah kali ini berkaitan dengan hobi yang saya tekuni yaitu fotografi. Seperti yang kita ketahui bersama hasil dari sebuah karya fotografi adalah sesuatu yang berbentuk dua dimensi karena hanya memiliki dimensi panjang dan lebar saja, namun dunia yang terperangkap dalam frame, sejatinya adalah tiga dimensi, dimana ada lebar, panjang dan kedalaman ruang. Pencarian saya kali ini adalah bagaimana kedalaman ruang ini bisa dimunculkan kembali dalam bidang dua dimensi.

Tidak mudah untuk mencari formula yang tepat untuk itu, karena ada perdebatan panjang yang seakan tiada berujung tentang masalah ini. Bahkan sudah ada semenjak kamera dibuat dan dipergunakan secara massal. Jika selama ini kita mengira hanya DOF(depth of field) yang membuat dimensi kedalaman ruang dalam fotografi ternyata hal yang kita yakini ini belumlah paripurna. Masih ada teori tentang Lens contrast dimana kualitas lensa dalam menghasilkan gradasi atara gelap teranglah yang dipercaya membuat dimensi, dan yang terakhir teori tentang dimensi dapat timbul karena adanya latar depan/Foreground kemudian Object, diakhiri dengan latar belakang/Background.

Sementara saya dengan hasil pencarian selama ini lebih percaya bahwa kondisi untuk membuat kedalaman ruang adalah dengan cara menerima cahaya apa adanya atau available light/ambient kemudian memberi cahaya buatan atau artificial light dengan alat yang kita kenal speedlight/flash serta kemudian mengontrolnya, sehingga bentuk kurvatur pada histogram dari subjek lebih menonjol akibat kombinasi highlight dan shadow.

Kemudian yang terjadi adalah jika hanya shadow dan highlight cukup untuk memunculkan factor Z?

Foto dibawah ini memuat shadow dan highlight.

14276925002047779336
Shadow dan Highlight

Bagaimana jika kondisinya adalah, terdapat foreground juga cahaya buatan, kemudian terciptalah highlight dan juga shadow, tapi apakah ada kedalaman ruangnya, seperti foto dibawah ini?

1427693215360556761
Menunggumu

Kemudian foto ketiga, kondisi yang ada terpenuhi beberapa faktor; ada cahaya lampu, ada cahaya strobe, bukaan lebar(DOF sempit), objek dekat dan background jauh, apakah kedalaman ruangnya ada?

1427693831432166354
Bersamamu malam itu

Sekarang hanya cahaya alami, berdimensikah?

14277406291162793537
Ratu Boko

 Ini beberapa contoh dari sebuah pencarian saya, akan kedalaman ruang, yang kadang pas, kadang juga tidak. Dan teman-teman saya di CPCI ternyata juga mengalami kegalauan yang sama tentang kedalaman ruang, namun mereka telah menemukannya.

14277445821116618382
foto oleh; Heri Hardiyan CPCI
14277446911519440968
foto by: Rudy Kong, CPCI
14277465241010387051
foto oleh; Doko Saputra, CPCI

 Setelah kami saling berinteraksi, ada tukar pikiran, ada debat, dan juga ada canda tawa. Saya pun mengalami suatu pencerahan, dimensi versi saya.

1427748629820959964
Rama dan Sinta
14277485521187509338
1740
1427748436333968499
Solveil et Titus
1427749057944854213
Fix Lens
1427749288628601494
My Phone
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s