Mencetak Negatif Film Sendiri


“Waktu berjalan tiada henti, tak terasa semua tak seperti dulu lagi…

Yang indah, yang hilang, yang kita banggakan semakin tak terlihat lagi…”

Lagu Perjalanan Ini oleh PXJX mengalun kencang dari speaker yang terset hampir full power menemani kala senja tiba, saat satu kotak penuh catatan harian kehidupan yang terekam dalam bingkai-bingkai bernama negative film saya genggam.

Satu demi satu gulungan itu terbentang, jelas terlihat kenangan yang menyertainya di bawah sinar lampu kamar, ada manis, dan pahit menyapa memori jiwa. Menyenangkan sekali larut bersamanya, ada hasil jepretan pertama menggunakan SLR, ada wajah-wajah kawan kala SMP, SMA dulu, ada juga rupa warna saat pergolakan reformasi di kota tempat saya tinggal, ada hitam, dan juga ada putih. Ingin rasanya semuanya itu berpindah dalam harddisk jika suatu saat saya ingin melihatnya hanya perlu menyapu dan mengetuk dengan jari pada mousepad.

Rencana menyimpan semua itu dan mendigitalkan negatif film bisa saja terwujud dengan menggunakan sebuah alat yang bernama Flatbed Scanner, jenis scanner tertentu yang mendukung fungsi digitalisasi negatif film, sayang harganya cukup mahal. Alternatif lainnya yang ada yaitu pergi ke tempat cetak foto yang menggunakan scanner jenis ini, namun lagi-lagi saya harus mengurungkan niat tersebut, mengingat berapa Rupiah yang saya harus keluarkan untuk seluruh negatif film koleksi ini, dan belum lagi kemungkinan negatif bisa hilang tercecer disana.

Cara Alternatif

Setelah dua cara di atas perlu mengeluarkan biaya, maka iseng-iseng mencari cara via internet dengan alat-alat seadanya. Maka saya menemukan satu tutorial cukup dengan menggunakan digital camera.

Pertama yang dibutuhkan tentulah digital camera, baik DSLR maupun point and shot camera. Percobaan ini saya memutuskan menggunakan point and shot camera, dikarenakan fitur macro yang tersemat didalamnya saya nilai cukup baik.

13734294571477439230
Pocket Camera

Kedua, menggunakan sesuatu yang bersinar sebagai penerang, didalam tutorial itu menggunakan lampu tl yang panjang dan acrylic board, sekali lagi karena tidak ada lampu yang seperti itu, akhirnya saya coba menggunakan layar tablet 10 inch, dengan aplikasi senter sebagai penerang.

13735700921045871478
tablet for backlit
13735702591271388161
Setup
1373432047279825160
Tampak Depan
13734329662102517573
Tampak Atas
1373433350628421543
hasil jepretan

Edit dengan Inverse

Setelah mendapatkan digital image pada negative film tersebut maka hal terakhir yang perlu dilakukan adalah membuatnya tampak seperti foto biasa agar bisa dinikmati hasilnya. Kebanyakan tutorial menggunakan photoshop sebagai pengolah gambar, sayangnya program yang mumpuni ini berbayar, maka saya mencoba menggunakan program alternatif lain yang bisa diunduh dan dipergunakan secara gratis, namanya photoscape.

Setelah data foto dipindah dari camera ke PC/laptop, buka dengan menggunakan photoscape

13735719591977202308
Photoscape
137357254365216619
Invert

Selesai sudah proses mendigitalkan negatif film koleksi saya, selanjutnya tinggal mengedit sesuai selera pada bagian Bright, Color (klik segitiga kecil), lalu di crop, selanjutnya di save. Tidak kerasa data pada harddisk saya bertambah 15 Gigabyate.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s