Pentingkah Sebuah EXIF Data?


Exif(Exchangeable image file format) merupakan salah satu dari sekian metadata yang ada selain IPTC IIM, XMP, dan lain-lain yang selama ini kita kenal untuk menampilkan data atau informasi tentang sebuah foto, data-data tersebut berupa merek kamera, F-Number, Speed, Focal Length, ISO, Flash, Exposure, White Balance, Metering Mode, Time Stamp dan software digital imaging.

Berdasarkan data-data yang termuat dalam Exif inilah sering kita mendengar sebuah pendapat akan pentingnya sebuah data exif untuk belajar fotografi, sehingga bila kita berkunjung dalam forum-forum yang membahas fotografi selalu ada yang bertanya “apa exif-nya” atau “bagi exif-nya”. Sedemikian pentingkah sebuah data exif ini? Tidak bagi saya, walaupun bukan berarti kemudian saya anti terhadap data exif.

Seperti keterangan diatas, data Exif hanya menampilkan sebagian kecil informasi tentang foto, kita yang diberikan atau membaca data exif itu akan terjebak pada sebuah pemahaman bila bukaan sekian hasilnya akan seperti ini, ISO sekian akan seperti ini, dan seterusnya. Sehingga esensi fotografi yang sejatinya melukis dengan cahaya melalui segitiga exposure, Aperture, ISO, dan Speed terlupakan.

Hal ini jelas-jelas membuat sebuah dikotomi, menjebak siapa saja yang akan belajar fotografi. Wajar jika kemudian ada yang beranggapan bila kita meniru data Exif tersebut dengan sama persis maka akan didapatkan foto atau hasil foto yang sama pula. Kedua, orang-orang yang baru memulai belajar fotografi akan membuat sebuah hipotesa, dengan menggunakan kamera dan lensa yang tertera didata Exif, maka akan sama pula hasilnya.

Kembali ke dasar fotografi, dimana ada Golden Triange/segitiga exposure, dimana ada aperture/bukaan, ISO, dan Speed/kecepatan rana. Semua ini kembali kepada cahaya atau pencahayaan yang ada, kondisi di mana foto itu diambil akan berbeda dengan situasi pencahayaan yang kita hadapi, jika kita meniru sama persis sesuai dengan data Exif, hanya akan ada kecewa, hasilnya tentu akan berbeda. Kecuali foto yang diambil didalam studio, dan kita menggunakan alat yang sama, kita meniru pada data Exif, hasilnya akan kurang lebih sama atau paling tidak mendekati.

13617834461944094362
Jika kebetulan berada pada tempat yang sama apakah bisa membuat foto yang sama persis hanya berdasarkan EXIF

Seperti sebuah lukisan dari seorang maestro dunia, apakah bila kita mengetahui dan memakai alat-alat yang sama dengan merek yang sama pula, kita bisa menghasilkan karya lukisan yang sama pula? Atau seorang koki yang terkenal menciptakan sebuah resep, bisakah rasa makanan yang kita hasilkan dengan mencontoh 100% resepnya akan sama? Bila kita tidak tau apa itu garam, dan bagaimana rasanya.

13617854231235285082
Jika hanya melihat EXIF, mungkinkan speed 1/60 bisa membekukan sebuah gerakan?

Ada kemungkinan yang lebih parah dari sebuah harapan semu dari sebuah data EXIF ini, adalah jika kita percaya dengan menggunakan kamera yang mahal dengan lensa yang mahal yang tertera pada EXIF, tentu akan menghasilkan foto yang bagus pula, situasi ini sering dikenal dengan GAS (Gear Acquisition Syndrome), sebuah kepercayaan semu bahwa alat-alat yang mahal menghasilkan karya yang bagus pula.

13617862601339001522
Bahkan saya telah menggunakan lensa yang super mahal bagi kantong saya, hasilnya pun hanya biasa-biasa saja.

Bagi saya, akan lebih menyenangkan bila mengetahui behind the scene suatu foto dari pada disodori data Exif-nya. Maka dari itu saya selalu memberikan BTS ini kepada siapapun, dengan harapan bisa mempelajari dari segitiga eksposure dari BTS tersebut.

13617867601528998836

13617869411577098842

Kemudian dari pada saya sibuk memperhatikan itu semua yang terdapat pada EXIF, menerjemahkan dan belajar dari spesifikasi foto yang ada, maka lebih baik bagi saya untuk selalu belajar melihat (to see), kemudian melihat lebih detil lagi, memperhatikan yang sebelumnya tidak pernah saya pikirkan. Lalu mencoba untuk belajar merasakan (to feel). Selanjutnya saya akan mencoba untuk berpikir (to think), berpikir. Maka sesuai dengan olah rasa maka saya akan mencoba mulai menekan Shutter, maka itulah hasil proses saya.

1361788827320207131

1361787686803559146

13617877442062372034

13617884051879869746

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s