Temperatur Cahaya Hangat


Melanjutkan tulisan sebelumnya, tentang cahaya buatan. Jika pada bagian satu (disini), saya menuliskan langsung dengan contoh dan skema, postingan kali ini agak mundur kebelakang tentang cahaya buatan itu sendiri. Mungkin agak berbau tentang teori dikit, maksudnya agar pondasi yang kita bangun berdasarkan teori ini makin mantap sehingga bisa menciptakan karya yang wow. Seperti kata Bruce Lee, “saya tidak takut terhadap orang yang menguasai seribu jurus, tetapi saya lebih takut kepada orang yang menguasai satu jurus namun dilakukan seribu kali.”

Pertama yang perlu diperhatikan adalah white balance, tentu kita semua yang mempunyai kamera digital hari ini sudah pernah membaca white balance ini pada setting kamera kita, tapi sebenarnya apa sih gunanya? White Balance atau disingkat WB ini adalah sebuah perintah pada kamera untuk menyatakan putih pada kondisi pencahayaan yang ada. Pada mata kita yang merupakan kamera super canggih, tentu tidak masalah untuk menyatakan putih pada kondisi pencahayaan apapun, tetapi tidak demikian dengan kamera, kamera perlu diseting untuk menyatakan demikian. Konsep warna putih menjadi bukan sesuatu yang absolut. Kebanyakan kamera digital dapat diatur untuk memilih warna putih sesuai selera kita. Jika kita membiarkan kamera menyeting dirinya sendiri berarti kita menggunakan AWB(auto white balance), kemudian kita bisa memilih WB berdasarkan settingan yang sudah ditentukan pabrik untuk menyatakan putih, seperti Tungsten, daylight, Shade, Fluorescent, Flash, serta Cloudy. Jadi White balace gunanya untuk menyatakan putih dari color temperature sumber cahaya, sehingga tidak terjadi color cast.

Color Temperature/temperatur warna, merupakan kesan yang ditimbulkan oleh sumber cahaya terhadap sebuah obyek ketika cahaya itu mengenai obyek. Ukuran temperatur warna dinyatakan dalam satuan Kelvin ( K ). Darimana mendapatkan temperatur warna ini, dalam ilmu fisika ada cara untuk menghitungnya, Radioator Planck. Dalam fotografi yang lebih ke seni ada cheat sheet-nya jadi kita tidak perlu pusing lagi harus menghitungnya dulu.

Temperatur Warna              Light Source
1000-2000 K                          Cahaya Lilin
2500-3500 K                          Lampu Pijar
3000-4000 K                          Matahari terbit/tenggelam
4000-5000 K                          Lampu TL
5000-5500 K                          Speedlight/Flash
5000-6500 K                          Tengah Hari saat Matahari tepat diatas
6500-8000 K                          Mendung tipis
9000-10000 K                        Mendung banget

Makin kecil warna akan timbul kesan hangat, dan makin tinggi nilainya akan menimbulkan kesan dingin.

Color cast, timbulnya warna yang tidak diinginkan yang mempengaruhi keseluruhan gambar akibat salah menggunakan, White Balance setting. Biasanya terjadi disaat kita menggunakan WB manual dalam satu ruangan kemudian berpindah keruangan/keluar ruangan, tanpa mengubah setting pada WB.

Itu beberapa teori dasar yang akan sangat berguna dikemudian hari bila kita konsen pada cahaya buatan dalam fotografi, jangan sampai konsep foto kita hangat tapi kemudian ‘bluis’, atau konsep kita dingin tapi ‘yellow color cast’.

Foto yang ‘Hangat’

Lanjut ke konsep foto, seperti pada postingan saya tentang Self Potrait pada foto pertama, saya berdiri pada tepi jendela. Konsepnya adalah saya ingin menampilkan kesan hangat, maka saya membuat sebuah foto bila dilihat akan menampilkan suasana hangat pagi/sore hari.

Ini setupnya, dibalik jendela saya menggunakan satu buah flash dengan tanpa modifikasi alias bareflash , dengan dibalut CTO(color temperature orange) 1/2. Kemudian ini data exifnya ketika foto itu diambil,

Jam sebelas malam, itu yang tertera pada data ketika foto ini dibuat. Jadi kesan hangat itu apakah berhasil saya tampilkan? Terserah pada yang melihatnya.

Foto kedua, kali ini saya juga ingin menampilkan patung Budha yang kesannya ada di candi Borobudur kala sore/pagi hari

BTSnya, saya menggunakan satu flash dengan CTO 1/4 yang di dobel.

Alih-alih saya berada di Borobudur, ini saya ambil pada pengrajin fiber di kawasan Bantul, Yogyakarta, yang letaknya puluhan kilo dari candi Borobudur. Diambil saat matahari sudah hampir terbenam.

Dan foto saya yang terakhir saat menampilkan kesan hangat,

Ketua MPR, Bapak Zulkifli Hasan,

Disini saya menggunakan satu flash(bare) dicampur tengah lampu continues jenis tungsten untuk video.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s