Freez dengan Speedlight


Membekukan gerak dalam fotografi bisa dicapai dengan menaikkan shutter speed(SS). Semakin cepat gerakan yang ingin kita bekukan dalam foto, semakin cepat shutter speed yang di butuhkan. Tidak ada patokan bagaimana kondisi beku ini bisa tercapai, semuanya tergantung beberapa kondisi yang ada di lapangan. Kondisi tersebut;

  • Semakin cepat objek bergerak akan dibutuhkan SS yang semakin tinggi; membekukan mobil yang bergerak 80km/jam akan berbeda dengan membekukan gerak levitasi seperti foto diatas.
  • Jarak objek dengan kita; semakin dekat objek akan membutuhkan SS yang lebih tinggi dibandingkan dengan objek yang jauh. contoh: membekukan gerak pesawat yang mempunyai kecepatan 900 km/jam namun jauh diangkasa bisa cukup dengan 1/100 S, namun membekukan burung yang sedang terbang melintasi 5 meter didepan kita tidak akan cukup dengan 1/100 S.
  • Focal length akan mempengaruhi SS; semakin panjang FL harus semakin cepat, SSnya

Itu sedikit gambaran tentang membekukan gerak dengan shutter speed, namun postingan ini hendak membahas ‘freez‘ yang lain yang bisa dicapai dengan menggunakan alat bantu yang bernama speedlight/flash. Jika menggunakan speedlight ini, shutter speed tidak mempengaruhi gerak beku dari objek. Nah kok bisa, bingung ga?

Seperti foto dibawah ini, dengan menggunakan SS 1/800 S, available light, jika dilihat belum bisa membekukan gerakan air.

Sedangkan foto ini menggunakan SS 1/4 S, air sudah bisa dibekukan dengan sempurna.

Jika kita menggunakan Speedlight/flash, nilai Shutter Speed hanya berpengaruh pada ambient light.
Itu dikarenakan Speedlight memiliki duration yang cukup singkat, biasanya hanya 1/1000-1/20000 detik. Lebih cepat dari durasi Shutter Speed itu sendiri, jadi saat durasi dimana SS itu masih berjalan, flash sudah selesai durasinya sehingga membekukan gerak.

Beku ala Speedlight

Sekarang kita coba membekukan gerak dengan menggunakan speed light ini, objek yang saya ambil kali ini adalah strawberry, coba menjatuhkannya ke atas sendok yang berisi susu putih. Berikut BTSnya, dengan menggunakan cara strobist.

Karena ini lebih ke tepatan menekan tombol shutter, maka perlu beberapa kali mengulang untuk mendapatkan hasil yang ingin dicapai.

Setelah puas, beberapa saat kemudian saya mengulanginya kembali dengan buah yang sama namun kali ini tidak menggunakan susu melainkan dengan menggunakan gula.

Kemudian coba dengan gelas yang berisi air

Eksperimen sudah selesai, melakukan percobaan membekukan gerak dengan sudah memenuhi hasrat untuk mengerti beku ala speed light.

 

Glosarium:

  1. Shutter Speed;  adalah rentang waktu saat tirai shutter di kamera kita terbuka.
  2. Speedlight; Lampu kilat.
  3. Strobist; Tehnik menggunakan lampu kilat secara off shoe(terpisah dari kamera).
  4. BTS; Behind The Scene, atau penataan seting kamera objek dan alat-lat penunjangnya.
  5. Ambient light; cahaya yang tersedia di mana kita berada, saat hendak mengambil gambar.
  6. Focal Length; jarak antara lensa dan bidang focal(sensor dalam hal ini) ditandai dengan mili meter.

Semua foto milik pribadi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s