Manusia dan Pencahayaan


 

Cahaya adalah jiwa dari fotografi, tanpa cahaya maka tidak akan pernah ada fotografi. Maka bila kita berbicara cahaya dalam fotografi maka akan selalu berbicara tentang Brightness, Contrast, dan Colour, karena 3 hal ini merupakan karakteristik cahaya. Penjelasannya bisa dibaca disini.

Sekarang kita bicara tentang pencahayaan, dalam dunia fotografi pencahayaan mempunyai makna, tata cahaya. Adanya unsur kesengajaan untuk menyusun unsur-unsur cahaya/peralatan cahaya agar memiliki makna, diantaranya; sebagai pembentuk objek, dan pembentuk suasana(hati/jiwa).

  • Sebagai pembentuk objek, pencahayaan akan menyampaikan pesan yang jelas akan bentuk dari objek kepada mata, dan mata akan mengirimkan sinyal ke otak untuk dapat mengartikan pesan yang ada, contoh; kulit model itu halus, dan kulit pohon itu kasar, kertas itu kusam, dan barang metal itu mengkilat, dan lain-lain.
  • Sebagai pembentuk suasana, Ketika pencahayaan melibatkan unsur warna, otak akan menerima sinyal yang dilihat mata, hingga bisa menyimpulkan, warna oranye akan membuat kesan hangat, dan kebiru-biruan akan memberi kesan dingin. Biru akan membuat mood menjadi tenang, dan merah akan membuat suasana menjadi bersemangat.

Bila pencahayaan bisa untuk apa saja, kali ini saya ingin mencoba berbagi bagaimana pencahayaan itu terhadap objek manusia, terutama dalam bingkai portrait, unsur seni yang merepresentasikan manusia terutama bagian wajah, unutk menangkap ekspresi, bahkan menceritakan kepribadian. Portrait ini sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, bahkan ketika kamera belum ditemukan, dan sudah umum dipakai pada seni patung dan seni lukis.

Lighting Pattern

Simpelnya lighting pattern ini adalah salah satu teknik pencahayaan dimana kita menata cahaya, ada permainan terang dan gelap sehingga membentuk bentuk khusus. Ada 4 pola pencahayaan yang biasa dikenal.

Sebelum memasuki pola cahaya, dalam potrait akan ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil akhir; ada Angle of View, ada Facial View, dan ada Lighting Ratio(bila ada lebih dari satu sumber cahaya). Fotografer yang sudah profesional akan menggunakan sumber cahaya pasti akan lebih dari satu, namun tetap main/key light(cahaya utama) yang akan bisa membentuk pola ini.

Flat, walaupun ini bukan pola pencahayaan yang umum, saya coba masukkan kedalamnya sebagai perbandingan. Disebut flat, karena cahaya ditaruh dengan sudut yang sama dengan lensa kita(bisa diatas sedikit atau dibawah sedikit dari lensa). Hasilnya adalah ketiadaan kedalamanan ruang. Cirinya akan menampilan shadow dagu pada bagian leher.

  • Butterfly/Paramount Lighting, Sumber cahaya akan diletakkan diatas kamera(bisa di depan atau dibelakang kamera) membentuk sudut 25 derajat mengarah pada model/wajah. Shape yang akan terbentuk pada lighting pattern ini sesuai namanya kupu-kupu, bayangan yang berada pada bawah hidung.

Disini saya menggunakan dua sumber cahaya.

  •  Loop Lighting, Sumber cahaya akan diletakkan bergeser 20-30 derajat ke kanan ataupun kiri dari kamera, dengan tetep berada pada level diatas kamera, cirinya adalah akan muncul bayangan hidung pada pipi.

  • Rembrandt Lighting, Jika anda menebak apa ini ada hubungannya dengan pelukis besar asal Belanda Rembrandt Harmenszoon van Rijn, anda benar. Teknik ini mengikuti gaya pencahayaan khas maestro lukis tersebut.

  • Split Lighting, pola cahaya dimana sebagian wajah subjek masuk ke bagian yang sama dengan satu sisi berada di cahaya, dan yang lainnya dalam bayangan. Hal ini sering digunakan untuk membuat gambar yang dramatis.

Itulah empat pola pencahayaan yang umum dipakai, setelah itu akan ada gaya pencahayaan/style lighting. Dimana wajah(facial view) sedikit miring/menoleh atau angle of view tidak persis dari depan subjek.

  • Broad Light, wajah yang lebih luas(karena tidak simetris) terkena pencahayaan. Pattern lighting-nya bisa menggunakan 4 jenis diatas
  • Short Light, Kebalikan dari broad light, dimana area wajah yang lebih luas menjauh dari sumber cahaya sehingga didominasi shadow

Untuk pembelajaran kita bisa membaca pattern lighting tanpa melihat BTS(behind the scene) dari catch light, catch light adalah pantulan cahaya yang terlihat dari mata subjek. Catch light ini dianggap penting sekali oleh sebagian fotografer, karena memang refleksi ini akan menghidupkan subjek. Tanpa pantulan cahaya ini, subjek akan terlihat ‘tidak bergairah’ atau seperti mati.

 

nb: maaf jika terkesan narsis. Punya fotonya hanya itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s