Belajar “Timing” dalam Gelembung Sabun


Susah tidur malam adalah penyakit saya sejak duduk di bangku SMA dulu, kadang sampai bingung mau melakukan apa agar bisa terlelap. Jika sudah dihinggapi kebosanan menjelajah dunia maya, pelariannya adalah baca buku-buku lama, tapi kali ini tidak ada niat untuk membaca, akhirnya mencoba membasahi kaki, tangan dan kepala lalu coba untuk memejamkan mata saja. Saat cuci tangan dengan sabun, ada gelembung kecil yang terbang saat saya pencet wadah sabun cair, nah muncul ide gara-gara sabun.

Ambil bekas gelas mineral, tuang sabun campur shampo kemudian aduk. Jadilah bahan untuk belajar fotografi malam-malam. Tentu kita semua tahu prinsip foto, jika ingin membekukan gerak maka kita butuh speed yang tinggi, untuk bisa mencapai speed tinggi maka yang mutlak harus dipenuhi adalah cahaya yang cukup. Untuk itu saya menggunakan flash/speedlight,karena mustahil cahaya cukup dalam kondisi malam hari. Saya pernah menuliskannya sebelumnya untuk beku ala speedlight.

Percobaan pertama, kamera sudah ‘pewe’ di tripod, speedlight juga sudah berada pada lightstand, gelembung sabun kemudian saya tiup dan shutter siap dipencet. Hasilnya jauh dari yang saya bayangkan jangankan ada hasil fotonya, memekan tombol shutter pun belum sempat, gelembung sabun bergerak keposisi yang tidak bisa diprediksi, walaupun waktu meniupkan sudah saya arahkan.

Akhirnya kamera saya lepas dari tripod, mencoba handheld saja, mengandalkan AF dari lensa yang terpasang, lalu tiup dan gagal lagi. Gelembung sabung turun terlalu cepat, sementara focus belum terkunci, hasilnya tombol shutter menolak untuk ditekan.

Percobaan selanjutnya juga gagal karena balon hilang dari viewfinder, mencarinya membuat saya kehilangan momen dan timing yang pas. Sampai pada akhirnya memutuskan tanpa melihat viewfinder demi mengejar ketepatan. Hasilnya gelembung bisa in frame tetapi focusnya meleset, lumayan pikir saya.

Setelah percobaan demi percobaan, setting demi setting telah saya coba, dan tetap tanpa melihat pada jendela bidik, hasilnya bisa dikatakan 60 persen berhasil, fokus yang masih bisa ditolerir, gelembung in frametetapi belum pada kondisi yang saya inginkan, tidak kerasa sudah lebih dari 50 jepretan sudah coba saya ambil, dan batrei pada speedlight recycling time-nya mulai melambat, saya coba untuk terakhir kali semoga sesuai dengan yang saya harapkan.

Selesai, akhirnya ada jepretan yang bisa membuat hati puas, rapikan kamera, flash dan lightstand, dan terpaksa ngepel karena lantai teras ‘pliket’ semua dari pada besok pagi ada yang nyap-nyap.

Ketepatan adalah kunci bagi banyak penggila, pelaku, pencinta maupun dari kalangan profesional dalam dunia fotografi untuk mendapatkan momen yang pas. Tepat dalam framing yang bagus, cahaya yang pas, dan ekspresi yang natural, semua itu rahasia agar tercipta sebuah foto yang menakjubkan. Insting akan Timing itulah yang harus diasah.

Salam Jepret

Advertisements

3 thoughts on “Belajar “Timing” dalam Gelembung Sabun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s