Mengenal Cutter, alat potong

Beberapa minggu ini perasaan begitu membuncah tentang crafting, menciptakan sesuatu dari sesuatu. Modal pertama yang wajib dimiliki ya tentu saja alat potong selain gunting(walaupun gunting juga sangat wajib punya). Akhirnya bongkar-bongkar lemari mencari sosok satu ini cutter, alat potong praktis dan super tajam. Hanya bisa menemukan isi cutter besar dan satu cutter besar, sisanya entah kemana.

Singkat kata terpaksa ke toko ATK yang kebetulan tidak terlalu jauh dari rumah, hmm hanya 250 meteran. Sialnya stoknya banyak yang kosong, cutter yang bagus habis, yang tersisa hanya cutter yang tidak begitu menjanjikan bila diajak perang. Mau ke gramed juga males, macet pasti. Kepikiran cari aja di toko e-commerce. Tara….. banyak banget disana.

Waks, ga ada yang sekota, rata-rata Surabaya, Jakarta, Bandung. Terpaksa ikhlas dengan ongkir. Pembelian pertama, paket cutting mat A2 dan cutter pen dari Jakarta.

Selanjutnya pesen craft cutter + acrylic cutter dan heavy duty utility dari Surabaya

Dari Bandung pesen cutter kecil, dan precision cutter plus isinya

Sudah lumayan komplit, walaupun masih ada compass cutter dan rotary cutter tapi saya pikir tidak akan begitu membutuhkan kedua cutter tersebut dalam waktu dekat.

Ini mata craft cutter lainnya, handle-nya pun ada tiga biji dan terbuat dari logam, ukurannya handle kecil, besar, besar. Handle besar yang terakhir pegangannya sudah saya ganti dengan kulit, karena lebih mirip pegangan obeng, handle aslinya.

Perhatian saya kemudian pada heavy duty utility knife (judulnya gitu lho pas beli), mereknya kentaro. Asli murah banget, bila disandingkan dengan utility knifes-nya milwaukee dan merek kawan-kawannya.

bentuknya klo lagi terlipat.

Switch untuk buka ruang penyimpanan pisau cadangannya

Ruang penyimpanan terbuka.

Tampak bawahnya.

Pokoknya keren abis, dan blade-nya yang tebel kayaknya memang didesain untuk heavy duty beneran. Namun bila anda tertarik ingin memesan dan kebetulan di rumah banyak anak kecil hati-hati menyimpannya, jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Saatnya beraksi

Eh, sebentar dulu masih ada satu dua penjelasan berikutnya.

Pertama jangan lupa untuk memesan pisau cadangan, jika pisau yang dipakai tiba-tiba rusak/tumpul atau patah, kita masih bisa melajutkan.

dan jangan lupa cadangankan satu handle cutter extra, inipun buat incase.

Kata temen saya yang mumpuni di bidang perpisauan, ada baiknya jika pisau cutter sudah rusak, terutama matanya mending diganti satu utuh, bukan dengan memotong pisaunya, namun ini hanya sekedar saran saja.

Pastikan kita juga siap untuk membuang bekas pisau cutter ini dengan aman, aman bagi kita, aman pula bagi orang lain yang bertugas menjaga kebersihan lingkungan rumah kita.

Seperti ini, ini adalah wadah pisau yang sudah tidak terpakai yang saya buat sendiri, diambil dari bekas toples sosis, tutup rapat jikalau perlu diberi lem biar tidak bisa terbuka, lubangi tutup toples plastik ini memanjang(mirip celengan) jadi kita tinggal memasukkan pisau dari lubang tersebut. Tulis juga peringatan bahwa toples berisi pisau cutter, jika nanti akan dibuang ke tempat sampah, jangan lupa tutup lubang dengan plakban.

Terkahir kali ya, pentingnya menjaga mata pisau cutter agar senantiasa siap perang. Jika kita melihat review di banyak channel ‘yutub’, cutter pun bisa dipertajam kembali dengan tehnik stropping, baik itu menggunakan kulit ataupun batu asah.

dan yang penting juga, jangan lupa menggunakan cutting mat sebagai alas kita memotong agar ujung/mata pisau tidak rusak.

Terakhir jangn lupa juga kita harus selalu ingat safety first. Kacamata dan sarung tangan kerja sebaiknya wajib kita pakai selama mempergunakan cutter sebagai alat kerja kita

Kayaknya itu dulu perkenalan tentang alat potong yang praktis tapi sangat berguna.

 

Advertisements

Wireless Keyboard + Touchpad ONIX

Kemarin malem, iseng mantengin flash sale e-commerce yang warnanya ijo dan ‘ngeliat’ ada yang lucu, tidak pakai lama langsung sentuh tombol beli di layar.

IMG_9817

Total yang harus dibayar dengan ongkos kirim yang slogannya yakin esok sampai hanya 70k + nomer cantik ala e-commerce agar memudahkan ‘peripikasi’ pembayaran.

Esok sore barangnya sudah sampai ditangan, seller-nya membungkus rapi, dibalut dengan bubble warp, segera unboxing deh. Buka kotaknya, hanya ada barang dan manual ala kadarnya. Sempet bingung cari dongle wireless, ternyata ada di dalam wadah batre. Ini versi termurah dari sekian banyak dari sekian merek yang memproduksi keyboard wireless plus touchpad, jika mau menjelajahi dunia maya pasti akan menemukan versi yang lebih komplit, tentu saja harganya juga beda. Versi yang saya lihat reviewnya di youtube, memiliki pilihan catu daya, apakah akan memakai batre AAA atau lithium yang bisa di charge melalui colokan mini USB, ada backlit pada keyboard, tentu saja colokan mini USB yang berfungsi…..

Sementara yang saya beli ini, tidak ada apa-apa. Catu daya hanya bisa batre AAA, colokan mini USB hanya pajangan alias tidak berfungsi, no backlit. Tapi tentu bukan masalah besar, saya hanya ingin mencoba saja.

Masukkan batre, nyalakan device serta colok dongle pada PC, tidak pakai lama PC langsung menginstall dan device langsung mencari dan segera terhubung.

IMG_9823

Mulus, semua tombol berfungsi, hanya saja touchpad-nya terlalu loncat sana loncat sini, setelah baca manualnya ternyata ada settingan buat si touchpad ini. Kita bisa menekan tombol Fn+Spacebar untuk mengganti CPI (istilah di mouse gaming, abis ini bahasnya. Kebetulan abis pesen mouse gaming juga).

IMG_9826

Sisanya tinggal nyobain satu-satu tombol-tombol yang ada.

Tombol pada kiri atas

IMG_9821

Tombol pada kanan atas.

IMG_9822

Walaupun touchpad sama seperti fungsi touchpad laptop/netbook, namun disertakan pula tombol kiri dan kanan ala mouse.

IMG_9820

Lumayan jikalau lagi males duduk depan PC, bisa tiduran sambil nonton Overlord Season III yang entah keberapa kali tonton ulang dari episode 1 sampai 12.

Tes di android via kabel OTG juga sukses, tes di android tv box jadul lancar jaya. Ehm mungkin tinggal coba di Mi A4 ya….

Fireball Malware

fiball

Belum lagi keluarga ransomware mereda, muncul lagi malware (malicious software, perangkat lunak berbahaya) jenis lainnya yang berkembang pesat di jagat maya, kali ini ada fireball. Malware ini aslinya keluarga adware, terlihat seperti tidak berbahaya tepatnya hanya mengganggu karena terus menerus secara periodik menampilkan laman-laman iklan yang otomatis muncul, namun lambat laun program jahat ini akan menjadi browser hijacker (membajak browser) disinilah ancaman mulai muncul,  karena program jahat ini telah memiliki kemampuan untuk memanipulasi, mengubah program browser yang kita pakai.

Continue reading

Instal Aplikasi Tanpa Jailbreak

Install aplikasi yang ada di luar appstore hampir mustahil sekarang tanpa jailbreak, karena apple memperbaharui sistemnya dengan memperketat sistem verifikasi untuk menginstall aplikasi-aplikasi di luar appstore, diperparah dengan belum hadir jailbreak untuk ios 9.3.5. Pangu yang biasanya cepat mengeluarkan cara untuk bisa jailbreak sepertinya juga masih kesulitan untuk bisa menembus sistem OS ‘apel kroak’ ini.

Continue reading

Sembunyikan File dalam Image

Kerinduan akan Selene (Kate Beckinsale) sedikit terobati saat menonton Blood Wars, seri kesekian dari Underworld, film yang menceritakan perseteruan abadi antara para vampire dan para lycan, tayang perdananya tahun 2003 (kalau tidak salah ingat)Sedikit kecewa karena saya berharap seri kali ini, Selene bisa ketemu dengan suaminya, Michael Corvin, tapi yang terjadi sang suami tersebut di ‘matikan’ disini, dalam Blood Wars.

Continue reading

Belajar Foto: Terinsiprasi dari Wayang Kulit

Gatholoco nulyà ngucap, “Dalang wayang lawan kělir, lan baléncong ngěndi kang tuwà, badéněn cangkriman iki. Yèn sirà nyàtà wasis, městhi wěruh ingkang sěpuh.”

Salah satu percakapan dalam kitab yang paling kontroversial, Serat Gatholoco. Terjemahannya kurang lebih seperti ini, Gatholoco kemudian berkata, “Dalang wayang dan kelir, serta blencong mana yang paling tua, tebaklah peribahasa ini. Bila kamu memang pandai, pasti mengetahui mana yang paling tua sendiri.” 

Continue reading

Saran ‘Photographer Magnum’ untuk Pemula

Ketika kita mengikuti sebuah grup dalam Facebook tentang fotografi apapun jenis dan genrenya, saat ada yang bertanya mulai dari mana untuk belajar, maka komentar yang muncul akan seragam, pelajari segitiga exposure, pelajari komposisi, udah itu aja.

Jawaban yang tidak salah menurut saya, memang benar seperti itulah yang harus kita pahami jika ingin masuk kedalam dunia rekam beku, namun sangat normatif kedengarannya, sebab setelah itu apa dan harus bagaimana tidak pernah jelas kelanjutannya. Ada pendekatan yang berbeda, atau malah sangat berbeda malahan jika pertanyaan itu diajukan kepada para photographer magnum,  rata-rata nasehat mereka kepada siapapun yang baru akan memulai ada tiga, baca novel, perbanyak nonton film, saran terakhir belilah sepatu yang nyaman untuk dipakai berjalan dan mulailah mengunjungi museum.

Continue reading

GIN

Pada buku coklat itu, ada ribuan baris yang kau tulis untukku(baca:dulu).

Terima kasih untuk semua kalimat indah itu, aku menikmatinya kembali. Jujur kumerindukan sosok itu, namun bukan kamu yang berdiri tegak hari ini, dia bukan kamu.

Pentingnya Konten Visual pada Postingan

 

Bagi saya, yang paling utama dalam mencari sesuatu dalam jagad world wide web adalah mengetikkan keyword pada kolom search bar di browser, kemudian jika sudah muncul laman pada mesin pencari Google, hal selanjutnya yang saya kerjakan adalah mengklik tab image, setelah menemukan konten visual yang saya rasa tepat barulah klik view page. Jadi yang uatama adalah image dulu baru konten tulisannya.

Continue reading

Jemparing Jawi Mataraman khas Yogyakarta

 

Busur dan anak panah merupakan alat yang sudah cukup tua dalam sejarah manusia, ada hampir ribuan tahun yang lalu. Pada mulanya alat ini hanya digunakan untuk berburu, fungsinya yang lebih cepat, dan akurat membuat panah bisa menggantikan fungsi atlatl atau tombak dengan pelontar sebagai alat untuk berburu yang lebih dulu dominan, perkembangannya kemudian panah dan busur berfungsi juga sebagai alat perang.

Continue reading

Komposisi pada Fotografi

 

Jika kita sudah punya bahan-bahan yang terdiri dari berbagai elemen, yang kita lakukan kemudian adalah seperti kegiatan memasak, mencampurkan bahan-bahan tadi kedalam satu wadah dimasak dan kemudian setelah matang akan kita sajikan. Plating kata orang di luar sana, semua elemen pembentuk gambar kita susun sedemikian rupa hingga apa yang tersaji nanti akan menimbulkan rasa ‘yang menyenangkan’, Visual impact, sebaris pesan yang tersirat lewat foto itu akan sampai dengan sendirinya, tanpa perlu keterangan yang panjang lebar dari si pemilik foto.

Continue reading

Mengenal Spesifikasi Monitor

Bila bicara gaya hidup, layar ini udah menjadi kebutuhan pokok dalam lingkup tekno hampir semua ada layarnya, dari yang sederhana hingga yang memuat jutaan warna. Penggunaannya juga komplek, dari sekedar ngetik, menghasilkan karya dalam multimedia sampai menikmati hiburan. Saya sendiri bisa bekerja di depan layar hingga 10 jam lebih bila mendekati tenggang waktu janjian dengan orang memberikan haknya, sistem kebut semalam. Suka aja lebih memacu adrenalin.

Continue reading

Elemen dalam Foto

Fotografi dalam kategori (dokpri)

Dalam fotografi ada empat kategori menurut hemat saya yang akan kita tuju esok. Pertama, hanya untuk konsumsi sendiri (pribadi). Kedua, untuk orang lain yang memerlukan keahlian kita (events). Ketiga, untuk pengejawatahan ide-ide liar yang ada di kepala ini (kreatif). Keempat, telling story untuk khalayak ramai (editorial).

Continue reading

Belajar Fotografi

 

Liburan sekolah hampir usai, sepupu-sepupu dan keponakan-keponakan saya sudah kembali ke kota masing-masing, saatnya melepas penat dan stres setelah hampir tiga minggu menjadi tour guide dan ‘baby sitter’. Group WA trah mbah buyut ramai kembali dengan notif saling share cerita dan dokumentasi. Walaupun keluarga besar tunggal mbah buyut, kami sangat akrab satu sama lainnya yang beda simbah karena dari kecil terbiasa, “mangan ora mangan sing penting kumpul“, jadi punya duit atau enggak kalau libur ya pada kumpul. Untungnya rata-rata tinggal di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, jadi biaya ga begitu besar untuk bisa berkumpul saat liburan tiba, hanya satu keluarga yang berada di Riau.

Continue reading

Lensa Kamera

Hari kemenangan sebentar lagi, back to basic (baca: mudik) bertemu dengan orang-orang yang kita kasihi adalah salah satu cara bagi kita untuk merayakannya, tentu ada sekian banyak cara lagi untuk menyambutnya namun hanya ada satu cara untuk membuatnya meninggalkan kesan yang mendalam yaitu mengabadikannya, entah dalam gambar bergerak ataupun dalam gambar diam. Untuk dapat mengabadikan semua momen-momen tersebut kita membutuhkan seperangkat alat yang bernama kamera. Kamera adalah seperangkat alat yang terdiri dari beberapa bagian, dan bagian-bagian tersebut memiliki fungsi masing-masing yang bila semuanya bekerja dengan baik dan benar akan dapat mengabadikan kenangan.

Continue reading

Di Bewein Aja Keren

Bangun tidur, terus duduk di depan PC sambil ngopi iseng buka FB siapa tahu ada inbox nyasar, sekilas terlihat di bawah foto diri yang diunggah teman ada komentar, ‘dibewein’ keren tuh. ‘DiBewein’ adalah sebuah kegiatan mengubah kondisi sebuah foto yang tadinya berwarna menjadi hitam dan putih, sebenarnya agak rancu bila kita menyebut hitam dan putih karena disana ada warna ketiga yaitu abu-abu dalam berbagai macam tingkatan.

Continue reading

Game Bukan Virus Jahat yang Harus Dibasmi

Sebelumnya saya ingin pisahkan dulu game dari kegiatan pada sosial media seperti chit-chat dan lain-lainnya. Agar bisa fokus pada permasalahan ini.

Hari ini bagi banyak orang tua menganggap game adalah buruk, hanya membuang-buang waktu, menurunkan prestasi akademik, dan juga membawa perilaku buruk lainnya, seperti anti sosial dan kekerasan. Bahkan yang lebih parah adalah klaim game bisa merusak otak. Benarkah?

Continue reading

Kalibrasi Monitor

Ini monitor saya, hari demi hari saya lewati dengan berada didepannya, pada bagian info monitor tertera 16679 backlit hour. Tidak ada yang istimewa dan harganya juga tidak terlalu mahal, keunggulannya hanya terkalibrasi dengan “laba-laba pro” ketika ada pameran computer dulu. Bagi yang bermain dalam dunia warna, monitor yang terkalibrasi adalah mutlak, ‘hidup mati’ kita ada disana.

Continue reading

Belajar “Timing” dalam Gelembung Sabun

Susah tidur malam adalah penyakit saya sejak duduk di bangku SMA dulu, kadang sampai bingung mau melakukan apa agar bisa terlelap. Jika sudah dihinggapi kebosanan menjelajah dunia maya, pelariannya adalah baca buku-buku lama, tapi kali ini tidak ada niat untuk membaca, akhirnya mencoba membasahi kaki, tangan dan kepala lalu coba untuk memejamkan mata saja. Saat cuci tangan dengan sabun, ada gelembung kecil yang terbang saat saya pencet wadah sabun cair, nah muncul ide gara-gara sabun.

Continue reading

Temperatur Cahaya Hangat

Melanjutkan tulisan sebelumnya, tentang cahaya buatan. Jika pada bagian satu (disini), saya menuliskan langsung dengan contoh dan skema, postingan kali ini agak mundur kebelakang tentang cahaya buatan itu sendiri. Mungkin agak berbau tentang teori dikit, maksudnya agar pondasi yang kita bangun berdasarkan teori ini makin mantap sehingga bisa menciptakan karya yang wow. Seperti kata Bruce Lee, “saya tidak takut terhadap orang yang menguasai seribu jurus, tetapi saya lebih takut kepada orang yang menguasai satu jurus namun dilakukan seribu kali.”

Continue reading

Color Harmony

Apakah celana ungu yang dipakai karakter Hulk besutan Marvel hanya kebetulan belaka, atau mengandung sesuatu?

Ratusan tahun yang lalu seseorang bernama Sir Issac Newton, sebagai orang yang memperkenalkan circle of color, kemudian memicu banyak ilmuwan dan seniman seperti C.B., Louis-Bertrand Castel, Ignaz Schiffermüller, Moses Harris, hingga, Johann Wolfgang von Goethe, untuk mempelajari dan merancang berbagai variasi dari konsep ini. Perbedaan pendapat tentang keabsahan satu format di atas yang lain terus memancing perdebatan tentang siapa yang benar. Terlepas dari itu semua, teori-teori circle of color ini telah membuat color wheel menjadi sebuah harmoni dan sangat luas penerapannya.

Continue reading

Mengenal cahaya buatan

 

Bermain cahaya buatan, itu yang terlintas saat tulisan ini dibuat. Susah? Tidak begitu sulit, hanya membutuhkan sedikit banyak latihan yang terus menerus, dalam belajar saya seringkali menggunakan objek yang sederhana, orang lain mungkin menganggap hanya buang-buang Shutter. Tapi jika tidak demikian dari mana kita bisa belajar. Mencuplik sebuah tagline iklan “kalo ga kotor, ga belajar.”

Continue reading

Belajar Kala Hujan

Ketika sudah berniat menghasilkan beberapa masterpiece kita di luar sana, camera dan segala ‘ube rampe’nya sudah tersusun rapi dalam tas. Cuaca begitu mendukung dimana Langit tampak biru cerah, Namun tiba-tiba mendung pekat datang, dan dalam hitungan menit hujan turun tanpa ampun. Batalin keluar terus tidur? Mengurungkan niat untuk pergi mungkin iya, tapi untuk tidur nanti dulu kita masih bisa berproses ketika berada dalam rumah. Bukannya belajar itu bisa dimana saja, dan kapan saja.

Continue reading